A. Pengertian Kanban
Kanban dalam bahasa jepang berarti “Visual record or signal”. Sistem
produksi JIT menggunakan aliran informasi berupa kanban yang berbentuk kartu
atau peralatan lainnya seperti bendera,lampu dan lain-lain. Sistem kanban
adalah suatu sistem informasi yang secara harmonis mengendalikan “produksi
produk yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan pada waktu yang diperlukan”
dalam tiap proses manufakturing dan juga diantara perusahaan. Menurut Taiichi
Ohno, Kanban adalah suatu alat untuk mengendalikan produksi”, yang digunakan
dalam mengendalikan aliran-aliran material melalui sistem produksi JIT dengan
menggunakan kartu-kartu untuk memerintahkan suatu work center memindahkan dan
menghasilkan material atau komponen tertentu.
B. Fungsi Kanban
Kanban dalam sistem produksi Just In Time (JIT) mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :
a) Memberikan informasi pengambilan dan pengangkatan
b) Memberikan informasi produksi
c) Berlaku sebagai perintah kerja yang ditempelkan langsung pada barang
d) Mencegah produk cacat dengan mengenali proses yang membuat cacat.
e) Mengungkap masalah yang ada dan mempertahankan pengendalian persediaan.
f) Pengendalian visual (visual control)
g) Perbaikan proses dan operasi manual.
h) Alat untuk melakukan improvement.
C. Aturan – aturan Kanban
Peraturan 1
Proses berikutnya harus menarik (mengambil) produk yang diperlukan dari proses sebelumnya dalam jumlah yang diperlukan dan pada saat yang diperlukan (sesuai dengan yang tercantum dalam kanban).
Syarat penting untuk peraturan pertama ini adalah pelancaran produksi yaitu produksi harian yang ditingkatkan dan jumlah lot 1 unit, diperlukan untuk dapat ditarik dengan lancar dari proses sebelumnya. Sub peraturan yang harus dipenuhi antara lain:
1. Setiap pengambilan tanpa kanban harus dilarang
2. Setiap pengambilan yang lebih besar dari jumlah kanban harus dilarang
3. Kanban yang harus ditampilkan pada produk fisik.
Peraturan 2
Produk yang rusak tidak boleh diteruskan ke proses berikutnya.
Jika suatu produk rusak ditemukan oleh proses berikutnya, maka proses berikut ini akan menghentikan lininya, karena tidak memiliki persediaan, dan akan mengirim kembali produk yang rusak ini kepada proses sebelumnya
Peraturan 3
Jumlah kanban harus sekecil mungkin.
Mengingat jumlah kanban menyatakan persediaan maksimum suatu suku cadang, maka jumlah ini harus dijaga sekecil mungkin. Toyota menganggap tambahan tingkat persediaan sebagai asal mula semua jenis pemborosan.
Peraturan 4
1. Sistem kanban harus dipergunakan untuk menyesuaikan dengan fluktuasi permintaan yang kecil saja (penyetelan produksi dengan kanban). Penyetelan produksi dengan kanban, mempunyai arti sebagai berikut:Keadaan dimana tidak ada perubahan beban produksi seluruhnya dalam sehari, tetapi hanya perubahan jenis, tanggal penyerahan, dan jumlahnya. Dalam hubungan ini, sistem kanban dapat dianggap sebagai alat yang paling ekonomis untuk suatu sistem informasi.
2. Keadaan dimana ada perubahan jangka pendek dalam beban produksi sehari-hari, meskipun jumlah bulanan tetap sama. Untuk keadaan ini frekuensi gerakan kanban akan ditingkatkan atau dikurangi. Keadaan dimana ada perubahan permintaan musiman atau perubahan permintaan bulanan di luar beban yang sudah ditentukan. Untuk keadaan ini jumlah kanban harus ditambahi atau dikurangi, dan pada waktu bersamaan semua lini produksi harus diatur kembali.
B. Fungsi Kanban
Kanban dalam sistem produksi Just In Time (JIT) mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :
a) Memberikan informasi pengambilan dan pengangkatan
b) Memberikan informasi produksi
c) Berlaku sebagai perintah kerja yang ditempelkan langsung pada barang
d) Mencegah produk cacat dengan mengenali proses yang membuat cacat.
e) Mengungkap masalah yang ada dan mempertahankan pengendalian persediaan.
f) Pengendalian visual (visual control)
g) Perbaikan proses dan operasi manual.
h) Alat untuk melakukan improvement.
C. Aturan – aturan Kanban
Peraturan 1
Proses berikutnya harus menarik (mengambil) produk yang diperlukan dari proses sebelumnya dalam jumlah yang diperlukan dan pada saat yang diperlukan (sesuai dengan yang tercantum dalam kanban).
Syarat penting untuk peraturan pertama ini adalah pelancaran produksi yaitu produksi harian yang ditingkatkan dan jumlah lot 1 unit, diperlukan untuk dapat ditarik dengan lancar dari proses sebelumnya. Sub peraturan yang harus dipenuhi antara lain:
1. Setiap pengambilan tanpa kanban harus dilarang
2. Setiap pengambilan yang lebih besar dari jumlah kanban harus dilarang
3. Kanban yang harus ditampilkan pada produk fisik.
Peraturan 2
Produk yang rusak tidak boleh diteruskan ke proses berikutnya.
Jika suatu produk rusak ditemukan oleh proses berikutnya, maka proses berikut ini akan menghentikan lininya, karena tidak memiliki persediaan, dan akan mengirim kembali produk yang rusak ini kepada proses sebelumnya
Peraturan 3
Jumlah kanban harus sekecil mungkin.
Mengingat jumlah kanban menyatakan persediaan maksimum suatu suku cadang, maka jumlah ini harus dijaga sekecil mungkin. Toyota menganggap tambahan tingkat persediaan sebagai asal mula semua jenis pemborosan.
Peraturan 4
1. Sistem kanban harus dipergunakan untuk menyesuaikan dengan fluktuasi permintaan yang kecil saja (penyetelan produksi dengan kanban). Penyetelan produksi dengan kanban, mempunyai arti sebagai berikut:Keadaan dimana tidak ada perubahan beban produksi seluruhnya dalam sehari, tetapi hanya perubahan jenis, tanggal penyerahan, dan jumlahnya. Dalam hubungan ini, sistem kanban dapat dianggap sebagai alat yang paling ekonomis untuk suatu sistem informasi.
2. Keadaan dimana ada perubahan jangka pendek dalam beban produksi sehari-hari, meskipun jumlah bulanan tetap sama. Untuk keadaan ini frekuensi gerakan kanban akan ditingkatkan atau dikurangi. Keadaan dimana ada perubahan permintaan musiman atau perubahan permintaan bulanan di luar beban yang sudah ditentukan. Untuk keadaan ini jumlah kanban harus ditambahi atau dikurangi, dan pada waktu bersamaan semua lini produksi harus diatur kembali.
D. Jenis Kanban
Jenis kanban yang sering digunakan adalah kanban pengambilan dan kanban perintah produksi. Kanban pengambilan menspesifikasikan jenis dan jumlah produk yang harus diambil dari proses terdahulu oleh proses berikutnya, sementara kanban perintah produksi menspesifikasikan jenis dan jumlah produk yang harus dihasilkan oleh proses terdahulu.
Ada beberapa jenis kanban lain, di antaranya adalah:
Jenis kanban yang sering digunakan adalah kanban pengambilan dan kanban perintah produksi. Kanban pengambilan menspesifikasikan jenis dan jumlah produk yang harus diambil dari proses terdahulu oleh proses berikutnya, sementara kanban perintah produksi menspesifikasikan jenis dan jumlah produk yang harus dihasilkan oleh proses terdahulu.
Ada beberapa jenis kanban lain, di antaranya adalah:
- Kanban
pemasok (subkontraktor), yaitu kanban yang berisi perintah yang meminta
pemasok atau subkontraktor untuk mengirimkan suku cadang.
- Kanban
pemberi tanda. Kanban pemberi tanda digunakan untukmenetapkan spesifikasi
produksi lot dalam pengecoran cetakan, pelubang tekan, atau proses
tempaan. Kanban ini ditempelkan pada suatu kotak dalam lot. Kalau
pengambilan mencapai kotak yang ditempeli kanban ini, instruksi produksi
harus digerakkan.
Klasifikasi berbagai jenis utama kanban lain dapat
dilihat pada gambar berikut:

1. Kanban pengambilan
Kanban pengambilan
adalah suatu otorisasi untuk memindahkan suatu kontainer dari outbound
buffer stasiun upstream (sebelumnya) keinbound
buffer stasiun downstream (sebelumnya). Tidak ada
kontainer yang dapat diambil dari outbound buffer kecuali
kartu kanban pengambilan sudah dikeluarkan.
Prosedur full container kanban satu
kartu dengan hanya menggunakan kanban pengambilan adalah sebagai berikut:
- Tahap 1: Bila operator
stasiun downstream melakukan akses terhadapfull
container maka kanban pengambilan dilepas dan diletakkan pada pos
kanban.
- Tahap
2: Material handler membaca kanban pengambilan dan
membawanya ke stasiun upstream.
- Tahap
3: Material handler meletakkan kanban pengambilan
ke full container (yang berada pada outbound buffer)
dan membawanya ke stasiun doenstream.
- Tahap
4: Setiap kali stasiun downstream mengosongkan kontainer,
maka material handler akan mengambil dan membawa empty
container ke stasiun upstream. (Seringkali tahap 2
dan 4 digabung hanya satu kali perjalanan).
Untuk menghitung
jumlah kanban pengambilan, digunakan rumus (Danielle Sipper, Robert L, 1997):

2. Kanban Perintah Produksi
Kanban perintah produksi digunakan sebagai otorisasi
untuk memproduksi komponen-komponen atau rakitan-rakitan. Dalam sistem yang menggunakan
kartu ini, tidak ada produksi yang diizinkan tanpa adanya kanban perintah
produksi, disebut sebagai sistem tarik dua kartu.
Prosedur dari sistem tarik dua kartu ini adalah
sebagai berikut:
- Tahap 1: Pembawa dari proses
berikutnya pergi ke gudang proses terdahulu dengan kanban pengambilan yang
disimpan dalam pos kanban pengambilan bersama kontainer kosong.
- Tahap
2: Bila pembawa proses berikutnya mengambil suku cadang di gudang A,
pembawa itu melepaskan kanban perintah produksi yang dilampirkan pada unit
fisik dalam kontainer (perhatikan bahwa tiap kontainer mempunyai satu
lembar kanban) dan menaruh kanban ini dalam pos penerima kanban.
- Tahap
3: Untuk tiap kanban perintah produksi yang dilepaskannya, di tempat itu
ia menempelkan satu kanban pengambilan.
- Tahap
4: Bila pekerjaan dimulai pada proses berikutnya, kanban pengambilan harus
ditaruh dalam pos kanban pengambilan.
- Tahap
5: Pada proses terdahulu, kanban perintah produksi harus dikumpulkan dari
pos penerima kanban pada waktu tertentu atau bila sejumlah unit telah
diproduksikan dan harus ditempatkan dalam pos kanban perintah produksi
dengan urutan yang sama dengan urutan penyobekan kanban di gudang A.
- Tahap
6: Menghasilkan suku cadang sesuai dengan urutan nomor kanban perintah
produksi dalam pos.
- Tahap
7: Ketika diolah, unit fisik dan kanban itu harus bergerak berpasangan.
- Tahap
8: Bila unit fisik diselesaikan dalam proses ini, unit ini dan kanban
perintah produksi ditaruh dalam gudang A, sehingga pembawa dari proses
berikutnya dapat mengambilnya kapan saja .
Sistem dua kartu
memberikan pengendalian yang ketat terhadap persediaan. Tidak ada kontainer
yang dapat dipindahkan tanpa adanya kanban pengambilan atau kanban perintah
produksi.
Jumlah kartu kanban
perintah produksi dihitung dengan menggunakan rumus (Danielle Sipper, Robert L,
1997):







0 komentar:
Posting Komentar